Rabu, 04 April 2012

Pengertian dan Fungsi Karburator


  •  Pengertian Karburator

Karburator merupakan bagian yang penting pada sepeda motor. Hampir semua sepeda motor menggunakan karburator karena umumnya sepeda motor menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya. Karena itu karburator yang baik harus mampu membuat gas yang sempurna dan sesuai dengan kebutuhan mesin pada setiap tingkat penggunaan dan kecepatan putaran mesin. Untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna dibutuhkan perbanbingan bensin dan udara dalam percampuran gas, menurut teoritis adalah 1:15. Artinya 1 gram bensin harus dicampur dengan 15 gram udara. Apabila perbandingan campurannya lebih dari 1:15 maka biasanya dikatakan campuran miskin contoh 1:18. Apabila perbandingan campuran kurang dari 1:15 maka dikatakan campuran kaya contoh 1:12. Didalam praktek pada umumnya digunakan campuran kaya, ini untuk mendapatkan daya mesin yang lebih besar (boros mesin). Dan dengan sebaliknya apabila menghendaki bahan bakar yang ekonomis maka bisa digunakan campuran miskin. Untuk campuran miskin ini biasa digunakan pada mesin 4 tak karena gerakan motor ini tak secepat kerja motor 2 tak.

  • Fungsi Karburator 

Karburator berfungsi untuk mencampur bahan bakar dan udara dalam perbandingan yang tertentu sehingga menjadi gas pembakar yang dibutuhkan oleh mesin motor.
  • Komponen – Komponen Karburator dan Fungsinya
  1. Mangkok karburator ( float chamber ) Berfungsi untuk menyimpan bensin pada waktu belum digunakan. 
  2. Klep / Jarum Pelampung Berfungsi untuk mengatur masuknya bensin kedalam mangkok karburator. 
  3. Pelampung ( float ) Berfungsi untuk mengatur agar tetapnya bahan bakar didalam mangkok karburator.
  4. Skep / Katup Gas Berfungsi untuk mengatur banyaknya gas yang masuk kedalam silinder.
  5. Pemancar Jarum ( main jet / needle jet ) Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu motor di gas besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep. 
  6. Jarum Skep / Jarum Gas ( jet needle ) Berfungsi untuk mengatur besarnya semprotan bensin dari main nozzle pada waktu motor di gas. 
  7. Pemancar besar / induk ( main jet ) Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu motor di gas full ( tinggi ). 
  8. Pemancar kecil / stasioner ( slow jet ). Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu langsam / stationer.
  9. Sekrup Gas / Baut Gas ( throttle screw ) Berfungsi untuk setelan posisi skep sebelum di gas. 
  10. Skrup udara / baut udara ( air Screw ) Berfungsi untuk mengatur banyaknya udara yang akan dicampur dengan bahan bakar. 
  11. Katup Cuk ( choke valve ) Berfungsi untuk menutup udara luar yang masuk ke karburator sehingga gas menjadi kaya digunakan pada waktu start.

  • Tipe Karburator

 Type karburator yang digunakan pada mesin motor ada 2 macam yaitu :
  1.  Karburator Arus Datar Yaitu karburator yang arah masuknya gas kedalam motor dengan arah datar, biasanya banyak digunakan pada motor buatan jepang.
  2.  Karburator Arus Turun Yaitu karburator yang arah masuknya gas kedalam motor dengan arah turun, biasanya banyak digunakan pada motor vespa, Lambretta, Bajaj dan sebagian pada motor jepang type SUZUKI FD 110 XC.

  • Cara Kerja Karburator 
Pada waktu mesin di hidupkan silinder mengadakan gerak isap maka isapan tersebut mengisap udara luar masuk ke dalam motor melalui spoeyer/jet, maka tekanan udara di permukaan jet rendah dan dari dalam spoeyer tadi memancarkan bensin. Sedangkan pancaran tersebut berupa kabut bensin/atomisasi yang disebabkan oleh adanya udara yang mengalir melalui saluran udara ke masing-masing spoeyer. Baik itu merupakan slow jet atau main jet. Sehingga dengan mudah bercampur udara menjadi gas yang diperlukan oleh motor dan pencampuran ini disebut venture. Dan inilah cara kerja karburator pada umumnya baik pada putaran mesin rendah maupun tinggi.
  • Tingkat Kecepatan 

Tingkat kecepatan terbagi 4 yaitu : 
  1. Putaran Stasioner (langsam) Posisi handle gas = 0 / lepas gas pada tingkatan ini bagian yang berpengaruh ialah sekrup udara (air screw) dan sekrup gas (throttle stop sore), apabila terjadi ketidak normalan didalam hidupnya mesin maka yang diperlukan di setel hanya dua bagian ini.
  2. Putaran Rendah Diatas stasioner gas = 0 / 1/8. Pada tingkatan ini alat komponen karburator yang berpengaruh ialah sekrup udara dan coakan pada katup gas atau coak sekrup (cut away).
  3. Putaran Menengah Diatas 1/8 sampai 3/4 gas, dan pada tingkatan ini komponen yang berpengaruh hanyalah coakan skep dan posisi tinggi jarum skepnya.
  4. Putaran Tinggi Diatas 3/4 gas sampai dengan full yang berpengaruh pada tingkatan ini hanyalah besarnya lubang main jet.

  •  Langkah Kerja
  1. Melepas dan Pembongkaran Karburator

           Melepas karburator
     - Lepaskan leg shield tengah
     - Lepaskan leg shield kiri kanan
     - Lepaskan baut-baut saluran pemasukan
     - Cabut selang bensin dan selang vakum
     - Lepaskan starter plunger dari rangka karburator
     - Lepaskan sabuknya
     - Lepaskan kabel gasPembongkaran Karburator
- Lepaskan saluran pemasukan dengan melepas baut-bautnya
- Lepaskan rumah pelampung (6) dengan melepas sekrup-sekrupnya
- Lepaskan O-Ring.Perhatikan ! Gantilah O-Ring dengan yang baru
 - Lepaskan rangkaian pelampung (1) dan needle valve dengan melepas pinnya (2) Perhatikan ! Jangan menggunakan kawat untuk membersihkan saluran – saluran dan lubang
 – lubangnya.
- Lepaskan main jet (3) dan pilot jet (4)
 - Lepaskan pilot air jet (5) Catatan : Sebelum melepas pilot air jet putarlah dengan perlahan searah jarum jam untuk melepaskan seting dan hitung jumlah putarannya agar dudukan sekrup tidak cacat. Hal ini sangat penting untuk menset kembali saat pemasangan pilot air jet pada posisi semula b. Pemeriksaan dan Penyetelan Gambar bagian – bagian karburator :

  1. Pemeriksaan Jet Karburator
Periksalah bagian di bawah ini apakah rusak atau tersumbat. - Periksa pilot jet apakah masih baik atau sudah aus. - Periksa pelampung apakah masih baik atau bocor. - Periksa main jet kemungkinan aus atau cacat. - Periksa jarum pelampung kemungkinan aus atau cacat. - Periksa main air jet kemungkinan sudah aus atau cacat. - Periksa starter jet apakah masih baik atau sudah rusak. - Periksa gasket dan O-ring kemungkinan sudah rusak. - Periksa pilot air screw kemungkinan cacat atau aus berlebihan. - Periksa lubang by pass dan pilot outlet kemungkinan tersumbat/rusak. - Periksa lubang udara pada needle jet kemungkinan aus atau tersumbat.
  1. Pemeriksaan Jarum Pelampung
Bila diantara dudukan dan jarum pelampung terdapat benda asing, bensin akan terus mengalir dan mengakibatkan banjir, bila dudukan dan jarum sudah termakan, gantilah kedua-duanya. Sebaliknya jika jarum tidak mau bergerak. Maka bensin tidak mau turun. Bersihkanlah ruang pelampungnya dengan bensin bila jarum pelampung cacat seperti pada gambar, ganti dengan yang baru. Bersihkan saluran-saluran bensin dan ruang pencampur dengan angin kompresor.
  1. Penyetelan Tinggi Pelampung Untuk mengetahui tinggi pelampung buka dan balikkan karburator dengan arm pelampung bebas. Ukrulah tinggi (A) dengan menggunakan vernier caliper saat lidah pelampung menyentuh dengan ujung jarum (needle valve). Bengkokkan lidah (1) untuk mendapatkan ketinggian (A) yang ditentukan. Cara penyetelan pelampung adalah dengan cara membengkokkan lidah pelampung (1) dengan obeng. Jika penyetelan lidah pelampung terlalu tinggi maka jarum pelampung cepat menutup, bensin dalam ruang pelampung menjadi kurang dan sebaliknya.
  1. Penyetelan Jet Needle - Lepas kabel gas - Lepas pengunci jet needle dengan obeng - Lepaskan jet needle - Pindahkan posisi circlip ke atas, campuran berkurang - Pindahkan posisi circlip ke bawah campuran bertambah kaya
  • Perakitan dan Pemasangan Karburator

  1. Perakitan Karburator

   - Pasang pilot air jet
   - Pasang kembali main jet dan pilot jet pada dudukannya
   - Pasang kembali rangkaian pelampung dan needle valve dengan memasang pinnya
   - Pasang kembali O-Ring
   - Pasang rumah pelampung dan kencangkan sekrup-sekrupnya
   - Pasang kembali saluran pemasukan dan kencangkan baut-bautnya Dalam merakit karburator perhatikan hal-hal berikut ini : Gantilah gasket dan O-Ring pada body saluran pemasukan karburator dengan yang baru, kalau sudah menimbulkan tanda-tanda kerusakan. 

    2. Pemasangan Karburator
  - Pasang kabel gas
  - Pasang kembali kran bahan bakar
  - Kencangkan baut-baut saluran pemasukan
  - Pasang skep ke dalam karburator dengan menepatkan sesuai dengan alurnya pada sekrup  penahan skep.
  - Kencangkan tutup kepala karburator dengan baik
  - Pasang kembali leg shield kiri kanan
  - Pasang kembali leg shield tengah Penyetelan sekrup udara
  1. Putar sekrup udara searah jarum jam sampai duduk dengan ringan dan kemudian kembalikan pada posisi sesuai dengan spesifikasi yang diberikan.
  2. Hangatkan mesin sampai suhu operasi.
  3. Hidupkan mesin dan setel putaran stasioner mesin dengan sekrup penahan skep.
  4. Putar sekrup udara masuk atau keluar dengan perlahan sampai tercapai putaran mesin tertinggi.
  5. Setel kembali putaran mesin dengan memutar sekrup penahan skep.

4 komentar:

  1. Permisi gan, artikelnya bagus, tp lebih bagus lagi kalo ada gambarnya biar lebih paham yg baca.

    BalasHapus
  2. ini kurang lengkap ya ?? ,, soalnya guru gw ngasih tugas tapi dsini nama komponennya gk ada ??

    BalasHapus